Sayyidina Ali dan Buah Delima
![]() |
Buah Delima |
Syeh Asrori Dan Santri Jin
Wanita Non Muslim Yang Hafal AL Qur'an
Diriwayatkan oleh Ka’ab bin Akhbar bahwa suatu ketika Siti Fatimah Az Zahra yaitu Puteri dari Rasulullah SAW yang mana juga merupakan isteri dari Sayidina Ali bin Abi thalib saat itu sedang sakit, lalu kemudian sang suami menanyakan apa yang menjadi keinginan nya saat ini, karena mengingat bahwa orang yang sedang sakit terkadang tidak memiliki nafsu makan yang cukup dan juga menginginkan sesuatu yang lain seperti hal nya buah-buahan untuk menjadi pengganti makanan pokok sehari-hari waktu sehat.
Lalu saat ia di tanya oleh Sayidina Ali :
"Wahai Suamiku, aku ingin sekali makan buah delima". Sahut Siti Fatimah
Lalu kemudian Sayidina Ali pun merenung sejenak setelah mendengar jawaban dari sang istri, mengingat bahwa ia tidak memiliki uang sepeserpun. Namun tak berselang lama lalu iapun segera berangkat dan di tengah perjalanannya berfikir sambil berusaha untuk mencari uang satu dirham yang mana akan di belikan untuk mendapatkan buah delima yang diinginkan oleh isterinya itu. Dengan cara meminjam saat itu walaupun hanya satu dirham demi istrinya Akhirnya Sayidina Ali mendapatkan uang itu lalu kemudian ia belanjakan di pasar dan akhirnya mendapatkan 1 buah delima.
Setalah mendapatkan buah delima itu lantas sayyidina Ali bergegas untuk segera pulang ke rumah dan memberikan nya kepada sang istri.
Namun saat di tengah perjalanan menuju rumahnya, tiba-tiba sayyidina ali melihat seseorang yang tengah terbaring tak berdaya karena sakit di tepi jalan, melihat hal itu tanpa berfikir panjang maka Sayidina Ali pun berhenti dan menghampirinya serta bertanya :
"Wahai orang tua, mengapa Anda berbaring disini, dan apa yang saat ini engkau inginkan ?"
Tanya Sayidina Ali kepada orang yang sakit itu.
"Wahai anak muda (Sayyidina Ali) sudah lima hari aku terbaring sakit di tempat ini, dan begitu banyak orang telah berlalu lalang melewati tempatku ini, namun tak ada satupun pun dari mereka yang berhenti walaupun sejenak dan bertanya tentangku keadaanku saat ini".
"Yang aku inginkan saat ini, aku ingin sekali makan buah delima, Rasanya jika saat ini aku makan buah delima mungkin sakitku bisa bertambah baik" Jawab orang tua itu.
Mendengar jawaban dari orang tua tersebut, Sayidina Ali pun terdiam dan sambil bergumam dalam hatinya,
"Buah delima yang saat ini dia pegang hanya satu satunya dan itupun sengaja ia beli untuk Isterinya yang sedang sakit sekarang ini, dan jika saat ini ia berikan kepada orang tua yang tengah terbaring ini, pasti Fatimah akan merasa sedih karena telah menunggu lama untuk keinginan nya akan buah delima ini Namun tidak aku berikan.
Kemudian sayyidina Ali Teringat akan firman Allah SWT :
"Terhadap si pengemis, engkau janganlah menghardiknya" [QS Al-Dhuha : 10]
Juga teringat akan hadist Rosulullah SAW, "Janganlah sekali-kali engkau menolak pengemis sekalipun ia di atas kendaraan"
Setelah itu Sayidina Ali langsung membelah buah delima yang di pegang nya menjadi dua bagian, di berikannya separuh untuk orang tua itu dan separuhnya lagi untuk di bawa pulang dan di serahkan kepada sang istri siti Fatimah.
Namun setelah orang tua itu memakan buah delima separuh yang telah di berikan oleh sayyidina ali itu, kemudian ia orang yang sakit itu berkata "Sakitku ini telah menjadi baik namun seandainya jika aku makan separuh lagi, niscaya maka aku akan bisa berjalan dan bekerja lagi. Mendengar ucapan dari orang itu kemudian Sayyidina Ali pun memberi buah delima yang separuhnya lagi.
Setelah itu Sayyidina Ali kemudian melanjutkan perjalanan nya kembali lalu sesampainya ia di rumah sayyidina ali menceritakan semua peristiwa itu kepada sang istri, kemudian Siti Fatimah pun berkata sang suami.
"Wahai Suamiku, kenapa engkau malah bersedih, demi Allah SWT yang yang Maha Perkasa dan juga Maha Agung ketika dirimu memberikan buah delima itu kepada orang tua yang sedang sakit terbaring itu, maka saat itu pula puaslah hatiku dan lenyaplah semua keinginanku akan buah delima yang sebelumnya aku inginkan".
Mendengar ucapan isterinya tersebut Sayidina Ali pun merasa sangat senang.
Tak lama kemudian datanglah seorang tamu yang mengetuk pintu rumah, lalu Sayidina Ali pun berkata "wahai tuan, siapakah anda ?"
"Aku ( Salman Al Farisi )". Sahut sang tamu itu
Setelah pintu dibuka kemudian sayyidina Ali melihat Salman tengah membawa sebuah wadah tertutup, dan diletakkkan nya di depan Sayidina Ali, lalu Sayidina Ali pun bertanya,
"Dari mana wadah ini, wahai Salman ?"
"Aku mendapat titipan untukmu dari Allah SWT dan melalui perantara Rasulullah SAW" Jawab Salman.
Setelah penutup wadah tersebut dibuka, maka nampak lah di dalamnya ada Sembilan buah delima, Sayidina Ali lalu berkata.
"Wahai Salman, jika pemberian ini benar dari Allah memang untukku, Maka pasti jumlahnya Sepuluh".
Lalu ia membacakan firman Allah SWT :
"Barangsiapa membuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepuluh kali lipat amalnya/ [ balasannya ]" [ QS : Al An'am : 160 ]
Setelah mendengar ucapan dari sayyidina Ali Salman pun tertawa mendengarnya, sambil mengembalikan 1 buah Delima yang ia sembunyikan sebelumnya di sakunya yang ada, dan lalu berkata.
"Wahai Ali, demi Allah SWT aku tidak berniat untuk mengambil buah delima ini dan aku hanya sekadar menguji sejauh mana (Keyakinanmu) terhadap firman Allah SWT yang engkau bacakan sebelumnya tadi."
Dari kisah ini kita belajar bahwa orang yang bersedekah dengan ikhlas karena hanya mengajarkan Ridha Allah SWT takkan pernah berkurang hartanya dan sesuai dengan janji Allah dan rosulunya maka akan di balas dengan balasan yang berlipat ganda fiddunya Wal akhirat.
Dan adakalanya juga, Allah SWT ketika membalas atas amal sedekah yang kita lakukan bukan dalam bentuk materi, tetapi dikaruniakan dengan kehidupan yang penuh dengan keberkahan, terhindar dari musibah yang sebelumnya telah di tetapkan dan semua marabahaya ataupun sesuatu yang di luar jangkauan pemikiran kita,
Itulah cara Allah membalas amal kebaikan kita dan Ada masanya Allah SWT akan menyimpan amalan sedekah kita sebagai bekal nanti di akhirat Sedekah yang ikhlas karena Allah begitu tinggi nilainya walaupun hanya sebiji kurma.
Belum ada Komentar untuk "Sayyidina Ali dan Buah Delima"
Posting Komentar