Wanita Non Muslim Yang Hafal Al-Qur'an
![]() |
Alhabib Quraisy Bin Qosim Baharun |
Seorang ibu non muslim yang mampu menghafal Al-Qur'an - Sorang penghafal Al-Qur'an (Hafidz Qur'an) untuk orang yang beragama Islam adalah sesuatu yang luar biasa, karena tidak setiap orang Islam mampu menghafal Al-Qur'an bahkan bukan hal yang aneh lagi orang yang mengaku Islam sendiri pun jangankan untuk menghafal Al-Qur'an untuk sekedar membaca pun banyak dari mereka yang tidak belajar ilmunya seperti Makhorijul khuruf serta tajwidnya.
BACA JUGA :
Syeh Asrori Dan Santri Jin
Karomah Habib Umar Bin Hafidz
Sedekah Sayyidina Ali Dengan Buah Delima
Saat itu sebuah pesawat yang telah di naiki oleh habib sedang melintasi daratan benua Afrika, Sayap pesawat yang kokoh itu telah mengudara di atas awan. Penumpang pesawat yang nampak telah duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman itu dan sambil menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya diantara para penumpang pesawat tersebut adalah Alhabib Quraisy dan juga seorang ibu Tua yang telah memakai pakaian serta penutup jilbab berada disebelahnya habib.
Diperkirakan Usia ibu Tua itu berkisar antara 65-70 tahun, Dalam perjalanan itu tiba-tiba si ibu itupun menyapa Habib Quraisy dan juga menanyakan kemana tujuan yang hendak di tuju oleh habib dengan bahasa arab yang fasih.
"Kemanakah Anda akan pergi ?" Tanya Si Ibu itu."
"Saya akan transit ke Jordan dan kemudian akan melanjutkan perjalanan kembali ke Yaman". Jawab Habib saat itu
"Darimana anda berada?" Tanya si ibu itu kembali yang juga menggunakan bahasa arab yang sangat fasih.
Habib pun kembali menjawab "Saya berasal dari Indonesia".
Mengetahui bahwa habib Quraisy adalah orang Indonesia, lalu kemudian si ibu itupun tengah mentranslate/mengubah bahasanya dengan bahasa Indonesia yang amat fasih pula. Padahal dari perbincangan tersebut diketahui bahwa si ibu ini adalah seorang wanita kelahiran Jerman dan juga warga Negara Jerman. Pada saat itu si ibu itu lantas bertanya lagi kepada habib.
"Adik ini di Indonesia sebelah mana/daerah mana ?". Habib pun berkata : "Saya dari Jawa"
Mendengar jawaban dari Habib Quraisy tersebut, lantas sejenak kemudian si Ibu itupun mengubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang bahkan dengan dialog yang sangat halus pula, yang mana hampir-hampir Habib Quraisy sendiripun tidak paham lalu kemudian habib pun berkata pada si Ibu itu "Luar biasa, Ibunda ini begitu faham dan sangat menguasai banyak bahasa bahkan sampai bahasa Indonesia dan juga bahasa Jawa. padahal Anda ini orang Barat". Si Ibu itupun kemudian tersenyum sambil berkata "Saya (Alhamdulillah) telah menguasai 11 bahasa dan juga 20 bahasa daerah".
Dalam perjalanan itu perbincangan tengah berlanjut antara Habib Quraisy dengan Ibu itu yang mana lama kelamaan perbincangan tersebut tengah mengarah kepada hal-hal yang berkaitan dengan agama.
Si ibu itupun lantas mulai mengupas serta menjelaskan mengenai pembahasan-pembahasan yang terdapat dalam kitab suci Al Qur’an dengan indah dan mahirnya, Habib pun merasa takjub serta penasaran atas pengetahuan dan juga keilmuan si ibu tersebut yang telah menjelaskan mengenai Al Qur’an.
Lalu kemudian habib pun bertanya "Apakah Ibunda ini hafal Al Qur’an ?" Si ibu itu menjawab "Ya, saya telah menghafal Al Qur’an dan saya rasa tidak cukup hanya sampai menghafal Al Quran akhirnya sayapun tengah berusaha untuk menghapal kitab Tafsir Jalalain dan saya pun juga hafal".
Tidak hanya sampai disitu saja, kemudian si Ibu itupun kembali melanjutkan bicaranya.
"Namun karena Al Qur’an mesti bergandengan/bersama dengan hadist, Sehingga saya pun memutuskan untuk kemudian menghafal hadist tentang hukum sehingga saat inipun saya telah hafal kitab hadist (Bulughul Marom) di luar kepala".
"Dengan itu semua saya merasakan masih belum cukup, karena dalam Islam bukan hanya menjelaskan tentang adanya hukum halal dan haram tapi harus ada (fadhailul amal), maka saya putuskan untuk memilih kitab Riyadhus Sholihin untuk saya hafal kemudian, dan sayapun juga telah Hafal kitab tersebut". Sahut si Ibu itu yang telah menuturkan pendalamannya tentang Islam kepada Habib Quraisy.
Dan lagi si Ibu itupun kembali menuturkan bahwa "Di dalam Islam juga terdapat ilmu tasawuf, maka sayapun cendrung pada tasawuf sehingga saya memutuskan memilih kitab (Ihya Ulumuddin) dan sampai saat ini saya sudah lima puluh (50) kali khatam membacanya, bahkan saking seringnya saya membaca kitab Ihya Ulumuddin sampai-sampai Bab (Ajaibul Qulub) saya sudah hafal di luar kepala".
Habib Quraisy pun terkaget karena melihat kehebatan dan luar biasanya si Ibu itu, Namun karena tidak mau percaya begitu saja, Habib pun akhirnya mencoba mengetest dari kebenaran semua perkataan si ibu tersebut. Apakah ia benar-benar telah hafal Al Qur’an? Juga apakah benar Ia telah menguasai Tafsir Jalalain tentang asbabunnuzul dan qaul Ibnu Abbas ?
Setelah melalui beberapa pertanyaan dari habib Ternyata memang benar si ibu itu memang telah hafal Al Qur’an dan bahkan Ia mampu menjawab tafsirnya dengan mahir dan juga lancar, juga Ketika Habib mengangkat sebuah permasalahan ihya mawat yang terdapat dalam kitab Bulughul Maram si ibu inipun menjabarkannya dengan cukup jelas.
Dan Habib pun juga membahas tentang kitab hadist Riyadhus Sholihin maka si ibu pun juga menyebutkan sesuai apa yang disebutkan dalam kitab Dalailul Falihin sebagai syarah akan kitab hadist tersebut, Dan lagi Ia menjelaskan masalah hati psikologi yang berbasis/berdasarkan dari kitab Ihya Ulumuddin pada pasal ajaibul qulub.
Kembali Habib dibuat merasa terheran akan kehebatan si ibu itu dan lantas menggelengkan kepalanya. Karena menurutnya, sejauh ini selain gurunya yaitu Alhabib Umar Bin Hafidz belum pernah menemukan orang lain yang sekaliber si ibu tersebut yang tengah duduk di sampingnya.
Tidak terasa waktu pun cepat berlalu akhirnya Pesawat telah mendarat lending di bandara. Saat pesawat itu sudah benar-benar berhenti dan para penumpang juga semuanya tengah sibuk menyiapkan diri untuk turun dari pesawat, Begitu pula si ibu itu sambil mengambil tasnya yang berada di kabin, kemudian habib pun memberanikan diri karena sudah merasa kenal dengan si ibu tersebut untuk mencoba membantu mengambilkan tas nya itu dan menurunkan tiga tas ke lantai pesawat.
(Subhanallah..) ketika si ibu itu menunduk untuk mengambil tas nya ternyata keluar dari bilik jilbabnya nampak seutas kalung yang berlambang palang salib.
Bagaikan sebuah petir yang menyambar di siang bolong, Habib Quraisy pun menunduk dengan lemah. Lantas si ibu itu hanya tersenyum dan kemudian mengatakan "Akan saya jelaskan nanti kepadamu di hotel".
Karena sebelumnya habib mengatakan bahwa sebelum menuju Yaman akan transit dulu selama satu hari satu malam. Maka di ruang receptionis [ ruang tunggu ] si ibu menunjukkan nomor kamarnya kepada Habib dan kemudian berjanji untuk bertemu kembali di ruang lobi restaurant.
Setelah kesepakatan antar kedua nya akhirnya habib dan si ibu itupun kembali bertemu.
Kepada Habib Quraisy si ibu itu menjelaskan "Saya bukanlah orang Kristen, dan mengapa saya keluar dari Kristen..? karena saya hanya menganggap bahwa Kristen itu hanyalah sebuah dongeng belaka.
Dan kalung ini bukan berarti menandakn bahwa saya adalah beragama Kristen, tetapi kalung ini hanyalah pemberian dari almarhumah ibu saya". Si ibu itupun mengatakan bahwa sampai saat ini ia telah mempelajari beberapa agama terkemuka antara lain yaitu Kristen, Hindu dan juga Islam. Dan ia juga sempat mengungkapkan ketertarikannya akan keagungan yang terdapat dalam wahyu Allah Swt dan juga hadits Nabi Muhammad Saw.
"Ibu agamanya apa sekarang ?" Habib bertanya.
"Saya tidak beragama" sahut si ibu.
"Seandainya Ibu memeluk agama Islam sekarang, dan begitu selesai membaca syahadat ibu akan langsung mendapat titel kiyai/ulama". karena demikian luasnya pengetahuan akan ilmu yang ibu miliki kata Habib.
Si ibu menjawab "Mungkin karena saya belum mendapat hidayah dari Allah".
Melihat dan juga mendengar akan hal ini Habib Quraisy pun sempat menetaskan air matanya bersyukur kepada Allah Swt atas Ni'mat iman dan juga Islam yang telah ia peroleh.
bagaimana tidak seorang yang telah hafal Al Qur’an dan juga banyak kitab-kitab lainnya tetapi belum Allah izinkan untuk beriman kepada-Nya ( belum mendapatkan hidayah ) Sementara kita yang bahkan tanpa usaha apapun telah dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi seorang yang muslim dan juga lahir dari keluarga muslim serta lingkungan orang-orang muslim.
Dengan kisah ini semoga kita mendapatkan pelajaran serta wawasan baru bahwa iman dan Islam itu begitu mahal nya bahkan dunia dan seisinya pun tak layak untuk di bandingkan,
Semoga dengan kejadian ini iman kita menjadi lebih kuat dan senantiasa selalu bersyukur atas semua Ni'mat yang telah kita peroleh sampai saat ini terutama Ni'mat iman Wal islam.
Di ketahui bahwa si ibu itu bernama :
( Prof. DR. Annemarie Schimmel )
Belum ada Komentar untuk "Wanita Non Muslim Yang Hafal Al-Qur'an"
Posting Komentar